Content Management System Berbasis Web

Siapa yang tidak mengenal google.com? Salah satu situs search engine yang paling favorit saat ini, dan memiliki satu ciri khas yang menarik. Perhatikan bahwa Google selalu mengganti nuansa logonya sesuai event atau hari libur yang sedang berlangsung, misalnya logo dengan gambar petasan pada saat tahun baru, logo dengan gambar bola pada saat piala dunia, dan lain sebagainya.

Anda dapat mengunjungi situs http://www.google.com/holidaylogos.html untuk melihat logo Google yang sudah pernah digunakan, sangat menarik bukan? Hal tersebut juga membuat kita penasaran, bagaimana logo selanjutnya yang akan dibuat oleh Google untuk menyambut event yang akan datang. Ide mengubah logo atau nuansa sesuai event yang berlangsung sebenarnya bukan suatu hal yang baru. Hal tersebut merupakan nilai tambah suatu situs sehingga terlihat selalu update dan diperbarui, juga menghindari tampilan yang monoton dan membosankan.

Content Management System Berbasis Web
Pada suatu situs atau aplikasi, tentu Anda memiliki content yang ditampilkan. Misalkan berita, produk, ataupun promosi-promosi tertentu. Anda memerlukan suatu sistem untuk mengatur content tersebut, sistem tersebut yang dikenal dengan Content Management System (CMS).
Jika ingin mengubah atau memperbarui content, misalnya meng-upload foto terbaru, maka Anda menggunakan CMS. CMS pada umumnya diletakkan pada web server dan juga memiliki alamat yang dapat diakses web browser.

Contoh alamat CMS, misalnya di www. rajajomblo.com/CMS atau alamat lainnya. Pada halaman CMS, Anda harus memasukkan username dan password untuk mencegah orang lain menggunakan CMS Anda, jika Anda berhasil masuk, maka terdapat menumenu untuk melakukan upload gambar, menulis berita terbaru, dan lain-lain. Sekali Anda telah meng-update content, maka pada situs utama www.rajajomblo.com telah tampil foto dan cerita terbaru Anda. Cukup mudah, bukan?

Secara umum, sebuah CMS dapat mendukung fitur-fitur sebagai berikut:
1. Melakukan import dan menciptakan dokumen serta materi multimedia.
2. Mengidentifikasi pengguna dan pengaturan content management.
3. Kemampuan untuk memberikan tugas dan tanggung jawab pada kategori content yang berlainan.
4. Definisi pengaturan content, di mana terdapat pemberitahuan untuk content yang berubah.
5. Kemampuan untuk melakukan tracking pada perubahan content.
6. Kemampuan untuk publish content.

Pada awalnya, CMS dikembangkan secara internal oleh organisasi yang banyak melakukan web publishing, seperti majalah dan koran online, juga newsletter.

Urutan Pengoperasian
Bayangkan tahap pengerjaan pada sebuah surat kabar secara manual, dimulai dari tahap pertama. Seorang content creator membuat dokumen atau berita baru, tugas selanjutnya berada pada tangan copy editor, yang dapat menolak atau menyetujui, atau memberikan komentar pada dokumen
tersebut. Kemudian seorang layout editor akan melakukan layout yang diperlukan, setelah itu chief editor memiliki tanggung jawab untuk melakukan publikasi dokumen tersebut. Demikian pula pengoperasian pada CMS, yang membantu melakukan pengontrolan masing-masing langkah pengoperasian diatas. Content dan semua informasi terkait pada umumnya disimpan pada sebuah sistem relational database yang tentu sudah tidak
asing lagi bagi Anda. Secara contoh nyata, perubahan apa saja content yang dapat Anda lakukan pada CMS? Walaupun bukan sebuah keharusan, pada sebuah CMS umumnya Anda dapat melakukan perubahan content terhadap:
1. Block.
2. Module.
3. Theme.

Masing-masing akan dijelaskan secara terpisah.

Block
Block merupakan sebuah bagian yang membentuk website secara keseluruhan. Contohnya suatu block header yang terdiri dari logo dan kata pengantar, atau block footer yang berisi alamat perusahaan, ataupun menu navigasi pada sisi kiri. Block dapat digunakan pada setiap halaman website. Sehingga Anda dapat membayangkan betapa repotnya jika Anda hanya ingin mengubah alamat perusahaan pada footer, Anda harus mengganti seluruh halaman yang ada! Dengan block, potongan-potongan kode program dipisahkan dengan rapi dan melalui CMS. Anda dapat melakukan perubahan terhadap masing-masing block tersebut.

Module
Banyak modul yang membentuk sebuah situs, misalnya modul artikel, FAQ, produk, gallery, dan lain sebagainya. Setiap modul penting sebaiknya dibuat secara dinamis dan dapat di-update dengan mudah melalui CMS. Aplikasi CMS juga sering kali menyertakan tools WYSIWYG editor untuk memudahkan pengguna melakukan perubahan content. Seperti yang Anda ketahui, browser menerjemahkan kode-kode tag HTML sehingga tampil dengan format tertentu seperti huruf berjenis bold, italic, dan lain sebagainya. Tanpa menggunakan tools WYSIWYG editor, pengguna CMS harus mengetikkan tagtag HTML untuk membuat format-format tertentu. Tetapi dengan tools WYSIWYG editor, pengguna dapat mengetik dan memberikan format tulisan dengan mudah sebagaimana layaknya menulis pada aplikasi word processing. Beberapa WYSIWYG editor bahkan menyediakan icon-icon smiley yang gaul. Pada CMS, juga mungkin terdapat modul khusus, seperti modul system dan administrator. Penggunaannya dapat dikembangkan menjadi banyak hal, seperti memberikan hak akses dan membuat tingkatan security
bagi pengguna.

Theme
Bagian theme sering berubah sesuai event yang tengah atau akan berlangsung. Sebuah theme (tema) adalah tampilan kosmetik yang terdapat pada setiap halaman website, dan mengontrol properti seperti warna dan font.

Dengan Apa CMS Dibuat?
Sebuah CMS berbasis web pada dasarnya sama dengan aplikasi web yang telah Anda kenal. Anda perlu memiliki sistem relational database, seperti MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, dan lain sebagainya.m Sebagai bahasa pemrograman/script, Anda dapat menggunakan PHP, JSP, ASP, ColdFusion, dan lain sebagainya. Apakah sebuah situs harus memiliki CMS? Jika situs Anda merupakan sebuah web dinamis, jawabannya tentu sebaiknya Anda memiliki CMS. Dengan CMS, Anda dapat melakukan pemeliharaan dan pembaruan isi website dengan mudah tanpa memiliki keahlian seorang webmaster!

Memilih Produk CMS
Terdapat cukup banyak aplikasi CMS sebagai sebuah paket produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda, walau tidak tertutup kemungkinan untuk membuat sendiri CMS jika Anda memiliki tim developer.
Sebelum memilih CMS, terlebih dahulu Anda harus menuliskan tipe perusahaan Anda sebagai titik awalnya, dapat dimulai dengan, apakah perusahaan Anda merupakan perusahaan kecil, menengah, atau besar dan sejauh mana kebutuhannya akan CMS, apakah keberadaan CMS akan menangani
kebutuhan intranet maupun Internet. Selanjutnya content yang akan di-publish oleh CMS. Apakah berupa halaman web sederhana, atau halaman web yang kompleks dengan layout yang spesifi k, informasi dinamis dari database, dan lain sebagainya. Sesuaikan tujuan dan strategi Anda, termasuk strategi jangka panjang bisnis Anda. Beberapa kunci keunggulan CMS yang dapat Anda bandingkan satu sama lain:
1. Workfl ow
Kemudahan customize pada workflow yang digunakan oleh perusahaan Anda menjadi salah satu kunci yang Anda perlukan. Pertimbangkan apakah CMS yang Anda pilih dapat menjalankan workflow pada perusahaan Anda.
2. Security
Merupakan faktor untuk memproteksi keamanan integritas content. Adanya level security dan tracking/audit trail akan merupakan nilai tambah.
3. Report
CMS harus menyediakan laporan dengan ruang lingkup yang luas. Baik untuk
level pengguna maupun administrator. Dukungan untuk menghasilkan laporan yang dapat di-customize juga dibutuhkan dalam beberapa kasus.

Termasuk adalah laporan untuk statistik penggunaan, misalnya penggunaan harian, halaman dengan rating paling tinggi, ataupun penggunaan search engine. Selanjutnya dari sisi presentation, juga perlu dipertimbangkan dukungan crossbrowser, kecepatan akses, navigasi, dan lain
sebagainya. Khusus jika Anda ingin membeli produk CMS, perhatikan training yang Anda dapatkan, dokumentasi (untuk pengguna, administrator, dan developer), garansi, persetujuan maintenance, resource yang diperlukan (hardware, software, operating system), skill yang diperlukan untuk menggunakan CMS tersebut, dan tentu saja harga dan referensi di mana CMS tersebut pernah diimplementasikan. Referensi berguna untuk membandingkan karakteristik antara organisasi yang menjadi referensi dengan organisasi Anda.

CMS Open Source
Jika pada operating system Anda telah mengenal platform open source, kemudian tools developer atau relational database berbasis open source, maka tidak heran Anda juga akan mendapatkan aplikasi open source. Demikian pula pada CMS, terdapat cukup banyak CMS open source, antara lain:
1. e107
Salah satu CMS favorit yang dibuat dengan kombinasi PHP dan MySQL. Dapat di-customize dengan mudah dan terus dikembangkan.
2. PHP-Nuke
Dengan PHP-Nuke, Anda dapat melakukan proses administrasi dan maintenance content untuk kebutuhan Intranet maupun Internet.
3. Joomla!
Salah satu CMS yang terkenal dan digunakan mulai dari website sederhana hingga aplikasi corporate yang kompleks.

Masih cukup banyak CMS dengan masing-masing keunggulan dan kelemahannya, beberapa yang populer adalah YACS, MODx, PHP-Fusion, WordPress, Drupal, Xaraya, Plone, Mambo, PostNuke, phpBB, dan lain sebagainya. Wah, ternyata memilih CMS open source lebih pusing lagi! Mungkin demikian komentar Anda. Sebaiknya Anda perlu mengenal CMS open source secara umum lebih jauh lagi. Kebanyakan CMS open source berjalan pada platform LAMP. Apakah LAMP itu? LAMP merupakan singkatan yang menunjukkan Linux, Apache, MySQL, dan PHP yang memang keseluruhannya merupakan open source.
Jika Anda mengunjungi masing-masing situs CMS tersebut dan semakin bingung karena semuanya mengaku bahwa CMS mereka merupakan solusi untuk Anda, maka Anda mungkin akan mendapatkan pencerahan dengan melihat siapa yang telah menggunakannya.

Saat mengevaluasi sebuah CMS, cari link yang menunjukkan situs yang menggunakan CMS tersebut. Sebagai contoh, jika Anda melihat Mamboo, maka CMS tersebut digunakan oleh banyak situs menarik dengan ukuran bisnis relatif kecil dengan berbagai background. Acuan selanjutnya, pastikan CMS tersebut masih terus dikembangkan sehingga terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Masuk dalam forum diskusi juga dapat memberikan
informasi berguna bagi Anda. Jika dari seluruh referensi yang didapatkan, Anda masih belum mendapatkan gambar an yang cukup, maka langkah ini pasti akan menjawabnya, yaitu gunakan versi demo!
Situs www.opensourcecms.com memberikan Anda dua jam akses demo untuk lebih dari 100 CMS open source yang tersedia.

Membangun Sendiri CMS Jika darah programer Anda bergolak atau Anda memiliki suatu nama unik yang menurut Anda cocok sebagai nama sebuah CMS, mungkin timbul motivasi Anda untuk membuat sendiri CMS, atau paling tidak sekadar mengetahui bagaimana membuat CMS. Panduan pertama adalah membuat daftar kebutuhan pengguna, di mana pada intinya CMS Anda akan mengizinkan content situs intranet/ Internet dapat dengan mudah disimpan dan di-manage di dalam sebuah database, dengan tambahan beberapa fi tur seperti otorisasi pengguna atau tingkat pengguna. Sebuah interface yang mudah digunakan untuk melakukan proses add, remove, dan modify isi merupakan sebuah keharusan. Lakukan pemrograman secara OOP atau paling tidak secara modular, karena CMS Anda berpeluang terus dikembangkan dan
menjadi besar. Gunakan bahasa pemrograman dan database yang Anda kuasai atau direkomendasikan. Untuk aplikasi web berbasis Linux, salah satu pilihan Anda dapat menggunakan PHP dan MySQL, ataupun menggunakan ASP / ASP.NET dan SQL Server untuk platform Windows. Fokuskan dalam melakukan desain database terlebih dahulu, desain table berikut fi eld seperti table untuk menampung artikel, produk, dan lain-lain. CMS merupakan pengolahan content, karena itu content yang masuk dan diolah harus valid. Dalam artian, Anda harus melakukan memproteksi maksimal. Buat juga log untuk kegiatan detail pengguna agar dapat dilakukan trace back untuk kegiatan yang telah terjadi. Setiap pengguna CMS harus bertanggung jawab atas hak yang telah diberikan, sesuai dengan level atau group security-nya. Untuk estetika CMS, berbeda dengan saat Anda membangun situs multimedia yang wah, pada CMS justru Anda seharusnya meminimalisasi desain, tetapi memiliki interface yang atraktif. Google adalah contoh yang baik dalam hal ini. Jika Anda telah berhasil membuat sebuah basic CMS yang baik, maka akan banyak ide yang dapat direalisasikan untuk pengembangannya. Contohnya menambahkan WYSIWYG editor, menciptakan profi le untuk masing-masing pengguna CMS, atau tools untuk berkomunikasi lebih lanjut, seperti forum publik, calendar, dan banyak lagi. Tentu saja apa yang telah dijelaskan di atas hanyalah aspek-aspek utama. Dalam praktiknya, Anda akan menemui lebih banyak lagi
permasalahan yang tentunya secara positif akan semakin memperbaiki CMS Anda.

Tinggalkan Balasan