<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Saungsawah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://saungsawah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saungsawah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jul 2008 13:54:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='saungsawah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Saungsawah's Weblog</title>
		<link>http://saungsawah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://saungsawah.wordpress.com/osd.xml" title="Saungsawah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://saungsawah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Content Management System Berbasis Web</title>
		<link>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/02/content-management-system-berbasis-web/</link>
		<comments>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/02/content-management-system-berbasis-web/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 13:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saungsawah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do you Know]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saungsawah.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal google.com? Salah satu situs search engine yang paling favorit saat ini, dan memiliki satu ciri khas yang menarik. Perhatikan bahwa Google selalu mengganti nuansa logonya sesuai event atau hari libur yang sedang berlangsung, misalnya logo dengan gambar petasan pada saat tahun baru, logo dengan gambar bola pada saat piala dunia, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=8&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Siapa yang tidak mengenal google.com? Salah satu situs search engine yang paling favorit saat ini, dan memiliki satu ciri khas yang menarik. Perhatikan bahwa Google selalu mengganti nuansa logonya sesuai event atau hari libur yang sedang berlangsung, misalnya logo dengan gambar petasan pada saat tahun baru, logo dengan gambar bola pada saat piala dunia, dan lain sebagainya.</em></strong></p>
<p>Anda dapat mengunjungi situs http://www.google.com/holidaylogos.html untuk melihat logo Google yang sudah pernah digunakan, sangat menarik bukan? Hal tersebut juga membuat kita penasaran, bagaimana logo selanjutnya yang akan dibuat oleh Google untuk menyambut event yang akan datang. Ide mengubah logo atau nuansa sesuai event yang berlangsung sebenarnya bukan suatu hal yang baru. Hal tersebut merupakan nilai tambah suatu situs sehingga terlihat selalu update dan diperbarui, juga menghindari tampilan yang monoton dan membosankan.<span id="more-8"></span></p>
<p>Content Management System Berbasis Web<br />
Pada suatu situs atau aplikasi, tentu Anda memiliki content yang ditampilkan. Misalkan berita, produk, ataupun promosi-promosi tertentu. Anda memerlukan suatu sistem untuk mengatur content tersebut, sistem tersebut yang dikenal dengan Content Management System (CMS).<br />
Jika ingin mengubah atau memperbarui content, misalnya meng-upload foto terbaru, maka Anda menggunakan CMS. CMS pada umumnya diletakkan pada web server dan juga memiliki alamat yang dapat diakses web browser.</p>
<p>Contoh alamat CMS, misalnya di www. rajajomblo.com/CMS atau alamat lainnya. Pada halaman CMS, Anda harus memasukkan username dan password untuk mencegah orang lain menggunakan CMS Anda, jika Anda berhasil masuk, maka terdapat menumenu untuk melakukan upload gambar, menulis berita terbaru, dan lain-lain. Sekali Anda telah meng-update content, maka pada situs utama www.rajajomblo.com telah tampil foto dan cerita terbaru Anda. Cukup mudah, bukan?</p>
<p><strong>Secara umum, sebuah CMS dapat mendukung fitur-fitur sebagai berikut:</strong><br />
1. Melakukan import dan menciptakan dokumen serta materi multimedia.<br />
2. Mengidentifikasi pengguna dan pengaturan content management.<br />
3. Kemampuan untuk memberikan tugas dan tanggung jawab pada kategori content yang berlainan.<br />
4. Definisi pengaturan content, di mana terdapat pemberitahuan untuk content yang berubah.<br />
5. Kemampuan untuk melakukan tracking pada perubahan content.<br />
6. Kemampuan untuk publish content.</p>
<p>Pada awalnya, CMS dikembangkan secara internal oleh organisasi yang banyak melakukan web publishing, seperti majalah dan koran online, juga newsletter.</p>
<p><strong>Urutan Pengoperasian</strong><br />
Bayangkan tahap pengerjaan pada sebuah surat kabar secara manual, dimulai dari tahap pertama. Seorang content creator membuat dokumen atau berita baru, tugas selanjutnya berada pada tangan copy editor, yang dapat menolak atau menyetujui, atau memberikan komentar pada dokumen<br />
tersebut. Kemudian seorang layout editor akan melakukan layout yang diperlukan, setelah itu chief editor memiliki tanggung jawab untuk melakukan publikasi dokumen tersebut. Demikian pula pengoperasian pada CMS, yang membantu melakukan pengontrolan masing-masing langkah pengoperasian diatas. Content dan semua informasi terkait pada umumnya disimpan pada sebuah sistem relational database yang tentu sudah tidak<br />
asing lagi bagi Anda. Secara contoh nyata, perubahan apa saja content yang dapat Anda lakukan pada CMS? Walaupun bukan sebuah keharusan, pada sebuah CMS umumnya Anda dapat melakukan perubahan content terhadap:<br />
1. Block.<br />
2. Module.<br />
3. Theme.</p>
<p>Masing-masing akan dijelaskan secara terpisah.</p>
<p><strong>Block</strong><br />
Block merupakan sebuah bagian yang membentuk website secara keseluruhan. Contohnya suatu block header yang terdiri dari logo dan kata pengantar, atau block footer yang berisi alamat perusahaan, ataupun menu navigasi pada sisi kiri. Block dapat digunakan pada setiap halaman website. Sehingga Anda dapat membayangkan betapa repotnya jika Anda hanya ingin mengubah alamat perusahaan pada footer, Anda harus mengganti seluruh halaman yang ada! Dengan block, potongan-potongan kode program dipisahkan dengan rapi dan melalui CMS. Anda dapat melakukan perubahan terhadap masing-masing block tersebut.</p>
<p><strong>Module</strong><br />
Banyak modul yang membentuk sebuah situs, misalnya modul artikel, FAQ, produk, gallery, dan lain sebagainya. Setiap modul penting sebaiknya dibuat secara dinamis dan dapat di-update dengan mudah melalui CMS. Aplikasi CMS juga sering kali menyertakan tools WYSIWYG editor untuk memudahkan pengguna melakukan perubahan content. Seperti yang Anda ketahui, browser menerjemahkan kode-kode tag HTML sehingga tampil dengan format tertentu seperti huruf berjenis bold, italic, dan lain sebagainya. Tanpa menggunakan tools WYSIWYG editor, pengguna CMS harus mengetikkan tagtag HTML untuk membuat format-format tertentu. Tetapi dengan tools WYSIWYG editor, pengguna dapat mengetik dan memberikan format tulisan dengan mudah sebagaimana layaknya menulis pada aplikasi word processing. Beberapa WYSIWYG editor bahkan menyediakan icon-icon smiley yang gaul. Pada CMS, juga mungkin terdapat modul khusus, seperti modul system dan administrator. Penggunaannya dapat dikembangkan menjadi banyak hal, seperti memberikan hak akses dan membuat tingkatan security<br />
bagi pengguna.</p>
<p><strong>Theme</strong><br />
Bagian theme sering berubah sesuai event yang tengah atau akan berlangsung. Sebuah theme (tema) adalah tampilan kosmetik yang terdapat pada setiap halaman website, dan mengontrol properti seperti warna dan font.</p>
<p><strong>Dengan Apa CMS Dibuat?</strong><br />
Sebuah CMS berbasis web pada dasarnya sama dengan aplikasi web yang telah Anda kenal. Anda perlu memiliki sistem relational database, seperti MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, dan lain sebagainya.m Sebagai bahasa pemrograman/script, Anda dapat menggunakan PHP, JSP, ASP, ColdFusion, dan lain sebagainya. Apakah sebuah situs harus memiliki CMS? Jika situs Anda merupakan sebuah web dinamis, jawabannya tentu sebaiknya Anda memiliki CMS. Dengan CMS, Anda dapat melakukan pemeliharaan dan pembaruan isi website dengan mudah tanpa memiliki keahlian seorang webmaster!</p>
<p><strong>Memilih Produk CMS</strong><br />
Terdapat cukup banyak aplikasi CMS sebagai sebuah paket produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda, walau tidak tertutup kemungkinan untuk membuat sendiri CMS jika Anda memiliki tim developer.<br />
Sebelum memilih CMS, terlebih dahulu Anda harus menuliskan tipe perusahaan Anda sebagai titik awalnya, dapat dimulai dengan, apakah perusahaan Anda merupakan perusahaan kecil, menengah, atau besar dan sejauh mana kebutuhannya akan CMS, apakah keberadaan CMS akan menangani<br />
kebutuhan intranet maupun Internet. Selanjutnya content yang akan di-publish oleh CMS. Apakah berupa halaman web sederhana, atau halaman web yang kompleks dengan layout yang spesifi k, informasi dinamis dari database, dan lain sebagainya. Sesuaikan tujuan dan strategi Anda, termasuk strategi jangka panjang bisnis Anda. Beberapa kunci keunggulan CMS yang dapat Anda bandingkan satu sama lain:<br />
<strong> 1. Workfl ow</strong><br />
Kemudahan customize pada workflow yang digunakan oleh perusahaan Anda menjadi salah satu kunci yang Anda perlukan. Pertimbangkan apakah CMS yang Anda pilih dapat menjalankan workflow pada perusahaan Anda.<br />
<strong> 2. Security</strong><br />
Merupakan faktor untuk memproteksi keamanan integritas content. Adanya level security dan tracking/audit trail akan merupakan nilai tambah.<br />
<strong> 3. Report</strong><br />
CMS harus menyediakan laporan dengan ruang lingkup yang luas. Baik untuk<br />
level pengguna maupun administrator. Dukungan untuk menghasilkan laporan yang dapat di-customize juga dibutuhkan dalam beberapa kasus.</p>
<p>Termasuk adalah laporan untuk statistik penggunaan, misalnya penggunaan harian, halaman dengan rating paling tinggi, ataupun penggunaan search engine. Selanjutnya dari sisi presentation, juga perlu dipertimbangkan dukungan crossbrowser, kecepatan akses, navigasi, dan lain<br />
sebagainya. Khusus jika Anda ingin membeli produk CMS, perhatikan training yang Anda dapatkan, dokumentasi (untuk pengguna, administrator, dan developer), garansi, persetujuan maintenance, resource yang diperlukan (hardware, software, operating system), skill yang diperlukan untuk menggunakan CMS tersebut, dan tentu saja harga dan referensi di mana CMS tersebut pernah diimplementasikan. Referensi berguna untuk membandingkan karakteristik antara organisasi yang menjadi referensi dengan organisasi Anda.</p>
<p><strong>CMS Open Source</strong><br />
Jika pada operating system Anda telah mengenal platform open source, kemudian tools developer atau relational database berbasis open source, maka tidak heran Anda juga akan mendapatkan aplikasi open source. Demikian pula pada CMS, terdapat cukup banyak CMS open source, antara lain:<br />
1. e107<br />
Salah satu CMS favorit yang dibuat dengan kombinasi PHP dan MySQL. Dapat di-customize dengan mudah dan terus dikembangkan.<br />
2. PHP-Nuke<br />
Dengan PHP-Nuke, Anda dapat melakukan proses administrasi dan maintenance content untuk kebutuhan Intranet maupun Internet.<br />
3. Joomla!<br />
Salah satu CMS yang terkenal dan digunakan mulai dari website sederhana hingga aplikasi corporate yang kompleks.</p>
<p>Masih cukup banyak CMS dengan masing-masing keunggulan dan kelemahannya, beberapa yang populer adalah YACS, MODx, PHP-Fusion, WordPress, Drupal, Xaraya, Plone, Mambo, PostNuke, phpBB, dan lain sebagainya. Wah, ternyata memilih CMS open source lebih pusing lagi! Mungkin demikian komentar Anda. Sebaiknya Anda perlu mengenal CMS open source secara umum lebih jauh lagi. Kebanyakan CMS open source berjalan pada platform LAMP. Apakah LAMP itu? LAMP merupakan singkatan yang menunjukkan Linux, Apache, MySQL, dan PHP yang memang keseluruhannya merupakan open source.<br />
Jika Anda mengunjungi masing-masing situs CMS tersebut dan semakin bingung karena semuanya mengaku bahwa CMS mereka merupakan solusi untuk Anda, maka Anda mungkin akan mendapatkan pencerahan dengan melihat siapa yang telah menggunakannya.</p>
<p>Saat mengevaluasi sebuah CMS, cari link yang menunjukkan situs yang menggunakan CMS tersebut. Sebagai contoh, jika Anda melihat Mamboo, maka CMS tersebut digunakan oleh banyak situs menarik dengan ukuran bisnis relatif kecil dengan berbagai background. Acuan selanjutnya, pastikan CMS tersebut masih terus dikembangkan sehingga terus dilakukan perbaikan-perbaikan. Masuk dalam forum diskusi juga dapat memberikan<br />
informasi berguna bagi Anda. Jika dari seluruh referensi yang didapatkan, Anda masih belum mendapatkan gambar an yang cukup, maka langkah ini pasti akan menjawabnya, yaitu gunakan versi demo!<br />
Situs www.opensourcecms.com memberikan Anda dua jam akses demo untuk lebih dari 100 CMS open source yang tersedia.</p>
<p>Membangun Sendiri CMS Jika darah programer Anda bergolak atau Anda memiliki suatu nama unik yang menurut Anda cocok sebagai nama sebuah CMS, mungkin timbul motivasi Anda untuk membuat sendiri CMS, atau paling tidak sekadar mengetahui bagaimana membuat CMS. Panduan pertama adalah membuat daftar kebutuhan pengguna, di mana pada intinya CMS Anda akan mengizinkan content situs intranet/ Internet dapat dengan mudah disimpan dan di-manage di dalam sebuah database, dengan tambahan beberapa fi tur seperti otorisasi pengguna atau tingkat pengguna. Sebuah interface yang mudah digunakan untuk melakukan proses add, remove, dan modify isi merupakan sebuah keharusan. Lakukan pemrograman secara OOP atau paling tidak secara modular, karena CMS Anda berpeluang terus dikembangkan dan<br />
menjadi besar. Gunakan bahasa pemrograman dan database yang Anda kuasai atau direkomendasikan. Untuk aplikasi web berbasis Linux, salah satu pilihan Anda dapat menggunakan PHP dan MySQL, ataupun menggunakan ASP / ASP.NET dan SQL Server untuk platform Windows. Fokuskan dalam melakukan desain database terlebih dahulu, desain table berikut fi eld seperti table untuk menampung artikel, produk, dan lain-lain. CMS merupakan pengolahan content, karena itu content yang masuk dan diolah harus valid. Dalam artian, Anda harus melakukan memproteksi maksimal. Buat juga log untuk kegiatan detail pengguna agar dapat dilakukan trace back untuk kegiatan yang telah terjadi. Setiap pengguna CMS harus bertanggung jawab atas hak yang telah diberikan, sesuai dengan level atau group security-nya. Untuk estetika CMS, berbeda dengan saat Anda membangun situs multimedia yang wah, pada CMS justru Anda seharusnya meminimalisasi desain, tetapi memiliki interface yang atraktif. Google adalah contoh yang baik dalam hal ini. Jika Anda telah berhasil membuat sebuah basic CMS yang baik, maka akan banyak ide yang dapat direalisasikan untuk pengembangannya. Contohnya menambahkan WYSIWYG editor, menciptakan profi le untuk masing-masing pengguna CMS, atau tools untuk berkomunikasi lebih lanjut, seperti forum publik, calendar, dan banyak lagi. Tentu saja apa yang telah dijelaskan di atas hanyalah aspek-aspek utama. Dalam praktiknya, Anda akan menemui lebih banyak lagi<br />
permasalahan yang tentunya secara positif akan semakin memperbaiki CMS Anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saungsawah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saungsawah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saungsawah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saungsawah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=8&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/02/content-management-system-berbasis-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7c74cc5d00b1c80c0af8418c8fbcb04?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">saungsawah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Jauh MySQL</title>
		<link>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/mengenal-lebih-jauh-mysql/</link>
		<comments>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/mengenal-lebih-jauh-mysql/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 16:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saungsawah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do you Know]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saungsawah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu relational database open source yang paling popular saat ini, MySQL sering disebut memiliki beberapa kelebihan seperti kinerja yang cepat dan konsisten, memiliki reliabilitas tinggi dan mudah digunakan, serta berbagai keunggulan lainnya. Kelebihan-kelebihan MySQL di atas dapat dibaca pada situs resmi MySQL dan tentu saja pada situs resmi tersebut, Anda hanya akan mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=3&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebagai salah satu relational database open source yang paling<br />
popular saat ini, MySQL sering disebut memiliki beberapa<br />
kelebihan seperti kinerja yang cepat dan konsisten, memiliki<br />
reliabilitas tinggi dan mudah digunakan, serta berbagai<br />
keunggulan lainnya.</strong></p>
<p><img src="/DOCUME~1/roheng/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME~1/roheng/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /><a href="http://saungsawah.files.wordpress.com/2008/07/mysql1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-6" src="http://saungsawah.files.wordpress.com/2008/07/mysql1.jpg?w=163&#038;h=108" alt="" width="163" height="108" /></a>Kelebihan-kelebihan MySQL di atas dapat dibaca pada situs resmi MySQL dan tentu saja pada situs resmi tersebut, Anda hanya akan mendapatkan hal-hal manis mengenai MySQL. Tetapi, jika Anda menanyakan kelebihan MySQL pada pengguna yang baru mengenal dan menggunakan MySQL kemarin sore, bisa jadi yang Anda dapatkan justru adalah keluhan tiada henti.<br />
Untuk dapat menikmati kelebihan MySQL, Anda harus dapat menggunakannya dengan baik. Artikel ini merupakan artikel kedua pembahasan mengenai MySQL. Ada baiknya Anda membaca kembali artikel sebelumnya untuk pemanasan. Sudah? Mari kita mulai<br />
mengupas lagi fi tur-fi tur menarik MySQL!<span id="more-3"></span></p>
<p><strong>Function</strong></p>
<p>“Berikan laporan penjualan kemarin, bandingkan dan tampilkan selisihnya dengan hari sebelumnya, kemudian laporkan total penjualan rata-rata satu bulan terakhir, serta tampilkan 10 sales dengan penjualan<br />
tertinggi! Jangan pake lama ya&#8230;.!!!”. Demikian e-mail pertama Anda dari pimpinan perusahaan di senin pagi yang indah.</p>
<p>Dengan menggunakan function yang tepat pada permasalahan yang tepat, Anda dapat menghasilkan data yang diinginkan dengan mudah. MySQL telah menyediakan sekumpulan function untuk membantu pekerjaan Anda.</p>
<p>Di dalam sekumpulan data yang besar, sangatlah sukar mencari data yang diinginkan secara manual, apalagi jika informasi yang dibutuhkan memerlukan proses pengolahan lebih lanjut, seperti perhitungan dengan formula tertentu. Function memungkinkan Anda mengolah dan menampilkan informasi yang spesifik dengan cepat.</p>
<p>Penggunaan function digabungkan pada statement SQL sebagai expression, yang akan merepresentasikan sebuah nilai tertentu. Masing-masing function yang disediakan MySQL mengerjakan sebuah fungsi spesifi k<br />
yang mengembalikan nilai sebagai hasil pengolahannya.</p>
<p>Seperti halnya function yang Anda kenal pada kebanyakan bahasa pemrograman, function pada MySQL juga dapat memiliki satu atau lebih parameter.</p>
<p>Sesuai dengan kebutuhannya, function dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu:</p>
<p><strong>1.</strong> Function-function untuk membandingkan dan mengonversi data.<br />
<strong>2. </strong>Function-function untuk mengolah string, numerik, datetime yang dapat Anda gunakan untuk              memanipulasi, menghitung, mengonversi, memisahkan, maupun menggabungkan data.<br />
<strong>3.</strong> Function-function aggregate, di mana dapat Anda gunakan dalam statement SELECT untuk menghasilkan  data summary yang telah dikelompokkan dengan perintah GROUP BY.<br />
<strong>4.</strong> Function-function enkripsi atau function yang berhubungan dengan sistem.</p>
<p>Tidak semua function yang disediakan MySQL akan dibahas (Anda juga tentu tidak akan membacanya!), tetapi akan diberikan kasus dan contoh yang dapat Anda temui sewaktu-waktu.</p>
<p>Kasus pertama, katakanlah Anda memiliki suatu table anggota sebuah organisasi, dimana salah satu field yang lazim adalah field JnKel yang menunjukkan jenis kelamin. Tentunya Anda tidak perlu menyimpan data field tersebut dengan string seperti “Laki-laki” atau “Perempuan”, umumnya Anda hanya memerlukan satu karakter, misalnya “L” untuk merepresentasikan “Laki-laki” dan “P” untuk merepresentasikan “Perempuan”.</p>
<p>Tetapi pada saat data fi eld tersebut ditampilkan untuk pengguna, alangkah baiknya jika Anda menampilkannya dengan informatif dan user friendly. Tantangannya adalah bagaimana menampilkan jenis kelamin yang hanya menyimpan satu karakter menjadi sebuah informasi yang jelas dan lengkap?</p>
<p>Untuk keperluan ini, Anda memerlukan sebuah function untuk membandingkan sekaligus mengatur alur logika pada statement SELECT. Function tersebut adalah IF. Function IF memiliki tiga parameter, parameter pertama adalah logika pembanding yang membentuk kondisi true atau false, parameter kedua adalah nilai yang diinginkan jika kondisi true/benar, dan parameter ketiga adalah nilai yang diinginkan jika kondisi false/salah. Perhatikan statement berikut ini:<br />
SELECT nama, IF (JnKel =<br />
‘L’,’Laki-laki’,’Perempuan’)<br />
As JenisKelam<img src="/DOCUME%7E1/roheng/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" />in FROM Anggota;</p>
<p>Statement SELECT di atas akan menampilkan dua kolom, kolom pertama adalah nama,sedangkan kolom kedua adalah JenisKelamin, yang mana akan bernilai string ‘Laki-laki’ atau ‘Perempuan’. Perhatikan bahwa function IF membandingkan isi fi eld JnKel pada kondisi di mana jika berisi ‘L’, maka tampilkan string ‘Laki-laki’, sebaliknya jika tidak, maka tampilkan string ‘Perempuan’.</p>
<p>Masih cukup mudah, bukan? Kasus selanjutnya, masih dengan asumsi table Anggota,<br />
tampilkan pula usia anggota yang terdapat pada table tersebut. Mudah? Tampilkan saja fi eld Usia, demikian kata seorang programer yang kelewat praktis. Tetapi tunggu dulu, apakah bijaksana menyimpan fi eld Usia, dimana setiap tahun usia akan selalu bertambah dan harus di-update per tahun? Pastinya tidak. Umumnya, Anda hanya menyimpan field tanggal lahir sebagai patokan awal menghitung usia.</p>
<p>MySQL menyediakan function untuk pengolahan tanggal dan jam (datetime), string, dan lain-lain. Adakalanya Anda memerlukan kombinasi beberapa function untuk menghasilkan apa yang Anda inginkan. Trik untuk menampilkan usia pada query di bawah ini menunjukkan penggunaan beberapa function sekaligus:<br />
SELECT nama, tgllahir,<br />
CURDATE(), (YEAR(CURDATE())-<br />
YEAR(tgllahir)) &#8211; (RIGHT(CURDA<br />
TE(),5)&lt;RIGHT(tgllahir,5)) AS<br />
usia FROM Anggota;</p>
<p>Untuk menjalankan query di atas dengan sukses, Anda harus menyediakan table Anggota dengan fi eld nama dan tgllahir. MySQL memiliki keunikan dalam menyimpan nilai dengan tipe data date, yaitu menggunakan format yyyy-mm-dd, sehingga untuk menunjukkan tanggal 1 Februari 2007, maka nilai yang tersimpan adalah 2007-02-01. Bisa jadi Anda yang terbiasa dengan relational database yang berbeda pada awalnya merasa metode penyimpanan tipe data date seperti ini akan merepotkan, tetapi kenyataannya dengan menggunakan format yyyy-mm-dd, maka dapat dilakukan pengurutan berdasarkan tanggal dengan mudah, juga memudahkan proses pengoperasian tanggal. Bagaimana menampilkan tanggal dengan format yang Anda inginkan? Jangan khawatir karena MySQL menyediakan function- function yang lengkap untuk itu.</p>
<p>Kembali pada query untuk mencari usia, pada bagian SELECT nama, tgllahir, CURDATE(), tentunya Anda mengetahui bahwa bagian tersebut berfungsi untuk menampilkan isi fi eld nama, tgllahir, dan tanggal saat ini (dengan menggunakan function CURDATE()). Pada bagian (YEAR(CURDATE())- YEAR(tgllahir)) &#8211; (RIGHT(CURDATE (),5)&lt;RIGHT(tgllahir,5)) AS usia, merupakan formula untuk menemukan usia, mula-mula kurangi tahun saat ini dengan tahun kelahiran. Contohnya, jika kepala suku perkumpulan Anda lahir pada tahun 1910, maka pada tahun 2007 akan didapatkan usianya adalah 2007–1910=97 tahun. Usia yang didapatkan dari perhitungan di atas belumlah selesai. Hal penting yang harus diperhitungkan apakah bulan dan hari saat ini lebih kecil atau lebih besar dari bulan dan hari kelahiran? Untuk mengambil bulan dan<br />
hari, Anda cukup mengambil 5 digit dari kanan pada fi eld tgllahir, dari mana didapatkan 5 digit? Ingat bahwa format penyimpanan adalah yyyy-mm-dd, sehingga pengambilan 5 digit dari kanan akan mendapatkan bulan dan hari (mm-dd). Anda dapat mengambil 5 digit dari kanan dengan menggunakan function RIGHT seperti pada contoh query. Kemudian bandingkan 5 digit tanggal saat ini dengan 5 digit tanggal kelahiran, Jika lebih kecil maka MySQL akan menyembalikan nilai 1 (true), sedangkan jika tidak, MySQL akan menyembalikan nilai 0 (false). Dari usia yang didapatkan pada perhitungan pertama (contoh 97 tahun), baik nilai 0 atau 1 yang didapatkan pada proses kedua, akan dikurangi dengan hasil pada perhitungan pertama. Dengan demikian jika kepala suku Anda belum berulang tahun, maka ia belum mencapai usia 97 tahun, tetapi baru berusia 96 tahun.</p>
<p>Mungkin komentar Anda: betapa rumitnya untuk mencari usia! Jika Anda telah memahami cara kerja query di atas, maka untuk seterusnya Anda akan lebih mahir menggunakan dan menggabungkan function pada MySQL. Jika Anda kurang dapat menggunakan function-function MySQL, maka akan banyak kendala yang Anda dapatkan untuk menghasilkan informasi yang bervariasi. Selain menyediakan function-function yang umum terdapat pada relational database lainnya, MySQL juga menyediakan function-function enkripsi yang khusus digunakan untuk keamanan data.</p>
<p>Jika Anda memiliki fi eld yang bersifat con-fi dential seperti pin, password, nomor kartu kredit, dan lain sebagainya, adalah tidak bijaksana untuk menyimpannya ke dalam table tanpa dienkripsi. Dengan fi eld yang terenkripsi, Anda masih dapat menjaga kerahasiaan data penting Anda sekalipun data Anda di-copy atau dikuasai pihak yang tidak bertanggung jawab. Enkripsi isi fi eld hanyalah salah satu cara<br />
pengamanan data. Tentunya dalam praktiknya, Anda harus memperhatikan faktorfaktor lain seperti keamanan server database, hak akses pengguna, dan lain-lain. Function enkripsi yang disediakan MySQL terdiri dari dua tipe, yaitu enkripsi dua arah dan enkripsi satu arah. Dua arah berarti proses terdiri dari enkripsi dan dekripsi. Anda dapat menggunakan function ENCODE() untuk enkripsi, dan function DECODE()<br />
untuk dekripsi. Pada enkripsi satu arah, key atau kata kunci untuk melakukan encode/decode dapat Anda tentukan sesuka Anda. Contoh proses yang umum terjadi adalah jika Anda memiliki aplikasi, di mana pengguna harus memasukkan password, maka isi fi eld password yang terenkripsi (encode) pada table akan didekripsi (decode) dan dibandingkan apakah sama dengan password yang di-input. Sebaliknya pada enkripsi satu arah, berarti tidak disediakan function untuk mengembalikan data yang terenkripsi menjadi data yang sesungguhnya, Anda pun tidak perlu dan tidak bisa memiliki kata kunci untuk membuka enkripsi. Pertanyaannya, bagaimana mengetahui sebuah password yang di-input benar atau salah? Sederhana saja, enkripsi data yang di-input tersebut dan bandingkan hasil enkripsinya pada table.<br />
MySQL menyediakan function enkripsi satu arah, yaitu PASSWORD(), MD5(), SHA(), dan SHA1(). Selain menyediakan function yang berhubungan dengan operasi database, MySQL juga menyediakan function yang berhubungan dengan sistem, antara lain:</p>
<p><strong>1. USER().</strong><br />
Function ini digunakan untuk mengetahui user aktif dalam format username@hostname, misalnya root@localhost.<br />
<strong>2. CONNECTION_ID().</strong><br />
Function ini akan mengembalikan nilai numerik yang menunjukkan ID koneksi yang terus bertambah setiap kali terjadi koneksi database.<br />
<strong>3. VERSION().</strong><br />
Function ini mengembalikan versi MySQL yang Anda gunakan.</p>
<p>Penanganan Multiple-Table Bukan relational database namanya jika tidak memiliki kemampuan bekerja dengan lebih dari satu table. Jika sebuah aplikasi hanya bekerja dengan satu table pada satu waktu, maka aplikasi tersebut mungkin merupakan aplikasi sederhana atau tidak menggunakan banyak table. Hal yang harus dihindari adalah desain struktur database yang sengaja menghindari penanganan multi-table. Tidak jarang memproses banyak table sekaligus dianggap menyusahkan, terutama saat Anda melihat query SQL nan panjang yang memilah-milah informasi yang terdapat pada banyak table. Tetapi jika hal ini dihindari, bisa jadi risikonya Anda memiliki banyak data yang redundan dan tersebar pada table-table, hal ini harus dibayar dengan proses penyimpanan data yang bisa menjadi lebih rumit, kapasitas data yang membengkak drastis, kecepatan dan performa database menurun, dan salah satu kelebihan relational database seperti MySQL menjadi tidak terekspos. Untuk memahami pentingnya relational database, Anda dapat membayangkan Anda memiliki sebuah toko buku, untuk kepuasan dan kenyamanan pengunjung, Anda tentu memisahkan rak-rak buku berdasarkan klasifi kasinya, misalnya rak khusus deretan buku novel, buku pelajaran, majalah, komik, dan seterusnya. Keinginan Anda sebagai pengelola toko buku pun bisa dibilang tak terbatas. Hari ini Anda ingin mendapatkan laporan penjualan buku per kategori buku, esok hari mungkin Anda ingin mendapatkan laporan.</p>
<p>berdasarkan pengarang. Anda juga ingin menyenangkan pelanggan dengan menyediakan aplikasi pencari yang mengizinkan pengunjung mencari buku berdasarkan buku, nomor ISBN, pengarang, tahun terbit, bahkan mengizinkan pengunjung melihat daftar buku terlaris. Dengan kebutuhan di atas, jika Anda diminta untuk mendesain database toko buku tersebut, dapat dipastikan Anda akan mendesain dengan sangat efi sien dan sesuai dengan norma-norma relational database. Mungkin terdapat table pengarang, table buku, table transaksi penjualan, table persediaan, dan seterusnya. Sudah tentu table-table tersebut harus memiliki key yang menghubungkan satu table dengan table lainnya. Salah satu tujuan pengelompokkan table seperti diatas adalah mengurangi sebanyak mungkin fi eld yang redundan atau secara teori dikenal dengan nama normalisasi, misalnya fi eld nama pengarang cukup terdapat pada table pengarang, tidak perlu terdapat pada table buku atau table penjualan. Kembali pada topik utama, bagaimana menangani lebih dari satu table (multipletable) pada MySQL? MySQL mendukung beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk menangani multiple-table dengan menggunakan statement SQL:</p>
<p><strong>1.</strong> Menggunakan perintah JOIN pada statement SELECT, UPDATE, dan DELETE yang menghubungkan lebih dari satu table.<br />
<strong>2. </strong>Menambahkan sub-query.<br />
<strong>3.</strong> Menciptakan UNION yang menghubungkan dua atau lebih statement SELECT.</p>
<p>Anda dapat melihat kegunaan lain dari penanganan multiple-table, yaitu tidak hanya digunakan untuk melakukan pe ngambilan data (SELECT), tetapi juga dapat digunakan untuk modifi kasi dan menghapus data (UPDATE dan DELETE). Pada beberapa kasus hal ini akan sangat mempermudah pekerjaan Anda.</p>
<p>Metode sub-query umumnya disebut juga dengan sub-select, karena merupakan perintah SELECT di dalam SELECT, bahkan sebuah sub-query dapat terdiri dari sub-query lagi sehingga mengizinkan multiple-level<br />
pada satu statement SQL. Menggunakan perintah JOIN atau subquery sangat tergantung kebutuhan. Pada beberapa kasus, kinerja database dengan menggunakan JOIN lebih baik dibandingkan sub-query, sehingga disarankan menulis ulang sub-query menjadi perintah JOIN jika dimungkinkan. Tetapi jika Anda menggunakan JOIN pada sejumlah besar table, dan ternyata jika dengan menggunakan sub-query dapat menggantikan banyak perintah JOIN, maka kemungkinan performa sub-query akan lebih baik pada kasus tersebut. Jika tidak yakin mana yang lebih baik pada kasus Anda, Anda dapat menuliskan dua jenis perintah dengan menggunakan JOIN dan sub-query untuk menghasilkan output yang sama dan membandingkan<br />
performanya. Jangan ragu untuk melakukan test performa antara dua query, karena Anda cukup hanya sekali menentukan cara yang terbaik, seterusnya program akan terus menjalankannya. Sub-query didukung oleh banyak penggunaan operator, seperti IN, NOT IN, ANY, SOME, ALL, dan lain-lain. Dengan menggunakan operator tersebut, dimungkinkan query yang lebih bervariasi tergantung keperluan. Anda menggunakan UNION jika Anda ingin menggabungkan lebih dari satu perintah SELECT ke dalam satu output. Untuk itu jumlah fi eld yang dikembalikan pada perintah-perintah SELECT tersebut harus sama, begitu juga tipe data pada masingmasing fi eld tersebut. Penanganan Data yang Besar Anda harus selalu siap bekerja dengan data dengan jumlah besar, pengolahan data pada jumlah besar kerap Anda temui pada perusahaan yang memiliki transaksi yang banyak dan frekuensi tinggi, atau perusahaan dengan banyak cabang, ataupun kasus-kasus lainnya.</p>
<p>Proses pengolahan data yang dapat terjadi dalam jumlah besar, adalah jika Andamelakukan export data dan menyimpannya pada fi le di luar database, import data ke dalam database, ataupun melakukan copy data antar-table.Sebagai contoh kasus, Anda ingin melakukanexport data table customer ke dalam sebuah fi le text diluar database. Hal ini dapat terjadi jika Anda memerlukan data mentah yang tidak dalam format database MySQL dengan berbagai alasan, misalnya dari sisi kompatibilitas/standar platform atau aplikasi, ataupun karena Anda hanya ingin menunjukkan fi eld-fi eld tertentu pada table. Untuk melakukannya, Anda dapat menggunakan perintah SQL yang sudah sangat Anda kenal, yaitu SELECT ! Query di bawah ini akan memperjelas proses export yang Anda inginkan:</p>
<p>SELECT CustomerID, Name, Address INTO OUTFILE ‘customer. txt’ FROM Customer;</p>
<p>Apa perintah baru yang Anda lihat pada query tersebut? Ya, terdapat perintah INTO OUTFILE diikuti nama file text yang Anda inginkan, pada contoh di atas adalah fi le dengan nama ‘customer.txt’ yang merupakan file hasil export. Terkadang untuk membaca nilai antar- fi eld pada sebuah fi le text cukup merepotkan jika Anda tidak memiliki karakter pemisah yang jelas, Anda dapat menentukan sendiri karakter pemisah yang diinginkan dengan menggunakan perintah FIELDS TERMINATED BY. Sebagai contoh, query tadi akan sedikit dimodifi kasi menjadi:</p>
<p>SELECT CustomerID, Name,Address INTO OUTFILE ‘customertxt’ FIELDS TERMINATED BY ‘;’FROM Customer;<br />
Statement di atas akan menghasilkan fi le customer.txt dimana karakter pemisah antar- fi eld-nya adalah karakter ; atau titik koma. Selain menggunakan cara di atas, cara lain untuk melakukan export data adalah dengan menggunakan perintah SELECT &#8230;. INTO DUMPFILE diikuti dengan nama fi le yang Anda inginkan. Umumnya dump fi le digunakan jika Anda ingin menyimpan ke dalam fi le nilai dari sebuah fi eld dengan tipe data BLOB. Tipe data ini menyimpan data biner dan umumnya digunakan untuk menyimpan data gambar, audio, atau objek multimedia lainnya.</p>
<p>Sampai sini, tentu Anda dapat saja berpikir sebaliknya, bagaimana jika yang Anda miliki adalah fi le teks, dan ingin di-import ke dalam table pada database MySQL Anda? Permasalahan tersebut dapat dipecahkan sama mudahnya dengan melakukan export data. Katakan Anda memiliki sebuah fi le teks yang berisi nilai-nilai ID customer, nama, dan alamat pada setiap baris, masing-masing nilai<br />
tersebut dipisahkan dengan tanda kutip dua, sehingga kurang lebih fi le teks Anda akan berisi seperti ini:     C001;Andi;Jl. Pahlawan<br />
C002;Anto;Jl. Panglima Polim<br />
C003;Anta;Jl. Kaki</p>
<p>Anggaplah Anda menyimpan data tersebut di dalam sebuah file bernama data.txt. Sekarang, keperluan Anda adalah mengimport data di dalam data.txt ke table Customer. Anda cukup menjalankan query sebagai berikut:</p>
<p>LOAD DATA INFILE ‘data.txt’<br />
INTO TABLE Customer FIELDS<br />
TERMINATED BY ‘;’</p>
<p>Perhatikan bahwa sedari tadi kita tidak menentukan path lengkap nama fi le export maupun import, MySQL akan menganggap default path adalah directory database yang digunakan. Perlu Anda ketahui bahwa setiap kali Anda membuat database, MySQL akan membuat directory penyimpanan sesuai nama database tersebut pada media penyimpanan Anda. Anda juga dapat menggunakan perintah INSERT untuk melakukan copy data antartable, contoh query-nya adalah sebagai berikut:                                                                                       INSERT INTO Customer2 SELECT<br />
CustomerID, Name FROM Customer<br />
WHERE Country = ‘ID’;</p>
<p>Perintah SQL di atas akan melakukan copy data dari table Customer ke table Customer2 dengan kondisi fi eld Country berisi dengan nilai ‘ID’. Dalam beberapa kasus pada aplikasi database, bisa jadi Anda akan menemukan permasalahan yang memerlukan solusi dengan menggunakan tips tersebut. Jangan ragu untuk mencoba kombinasikombinasi perintah yang telah Anda ketahui, siapa tahu dengan demikian Anda menemukan teknik baru yang dapat membantu pekerjaan dan performa aplikasi Anda.</p>
<p>Selain di dalam aplikasi Anda ataupun interface lainnya seperti phpmyadmin, Anda juga dapat menuliskan perintah SQL pada mysql command, yang mirip dengan Command Prompt pada operating system. Untuk masuk ke dalam lingkungan mysql command, Anda harus mengetikkan mysql pada Command Prompt. Pada lingkungan mysql command, Anda dapat memilih database, table, maupun mengeksekusi perintah-perintah SQL yang telah dipelajari. Sekilas mungkin Anda akan merasa sangat merepotkan menuliskan satu per satu perintah, tetapi Anda dapat menjalankan perintah SQL secara batch, artinya Anda hanya perlu memanggil file<br />
yang telah berisi instruksi-instruksi pada mysql command. File kumpulan instruksi tersebut dapat Anda ketik melalui text editor ataupun merupakan fi le hasil export. Tidak hanya untuk menjalankan SQL statement, Anda juga dapat mengatur hak, mengubah password, dan masalah keamanan lainnya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Penggunaan MySQL telah digunakan dimana- mana, terutama pada aplikasi web, bahkan oleh perusahaan-perusahaan raksasa seperti Apple, Amazon, Nokia, dan lain sebagainya. Bahkan dua website yang sangat terkenal, yaitu Friendster dan Wikipedia juga menggunakan MySQL.</p>
<p>MySQL juga digunakan oleh banyak Content Management Systems (CMS) se perti Mambo ataupun E107. Tentu saja selain kemampuan, kemudahan juga memegang peranan. Sebagai RDBMS yang cross-platform, MySQL dapat berjalan tanpa masalah pada platform seperti Windows, Linux, Mac, dan lain-lain.</p>
<p>lebih lanjut : <a href="http://en.wikipedia.org" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Mysql,</a> <a href="http://mysql.com" target="_blank">http://mysql.com</a></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/roheng/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saungsawah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saungsawah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saungsawah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saungsawah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=3&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/mengenal-lebih-jauh-mysql/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7c74cc5d00b1c80c0af8418c8fbcb04?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">saungsawah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://saungsawah.files.wordpress.com/2008/07/mysql1.jpg?w=135" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/</link>
		<comments>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saungsawah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=1&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/saungsawah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/saungsawah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saungsawah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saungsawah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saungsawah.wordpress.com&amp;blog=4116007&amp;post=1&amp;subd=saungsawah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saungsawah.wordpress.com/2008/07/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7c74cc5d00b1c80c0af8418c8fbcb04?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">saungsawah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
